Salam Untukmu Ibu

Sudah sejak lama aku merencanakan memberikan hadiah untuk ibu, hadiah yang istimewa, setidaknya kelihatan prestisius. Tapi sungguh aku tidak tahu apa yang pantas aku berikan. Dalam satu bulan ini terus aku pikirkan, bahkan sampai batas waktu yang ku tetapkan sudah hampir lewat, aku belum bisa memutuskan, sama sekali kehilangan ide. Aku ingin mempersembahkan sesuatu yang istimewa, lain dari yang lain, dan setidaknya begitu ibu menerimanya akan mengingatkannya selalu bahwa aku selalu mengasihinya, dan bahwa hadiah itu kuberikan dengan hati, dengan demikian bukan hanya dari sisi materi saja. Lagi pula, dari sisi materi jelas aku tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan ibu, dia punya segalanya, layaknya seorang ratu, justru aku yang sering minta kepadanya selama ini, dan ia dengan begitu murah hati memberikannya.

Aku begitu sayang kepada ibu, ia begitu manis, lemah lembut dan penuh belas kasih. Tatapan matanya begitu teduh, tangannya yang selalu terulur memberikan pegangan dan pertolongan, dan hatinya seperti laut yang mengalirkan kerahiman. Aku tidak bisa melukiskan dengan tepat betapa istimewanya dia, tapi begitu aku ingat dia dan sebut namanya, aku bisa merasa gembira dan mendapatkan kepastian. Dan sekarang, untuk orang yang seistimewa itu, apa yang yang harus kuberikan ? Mula-mula aku berpikir untuk mengarang puisi yang bagus khusus untuk ibu, tapi aku tidak berbakat. Lalu sempat terlintas untuk mengarang lagu yang tidak kalah dengan gubahan Mozart, tapi aku tidak bisa membaca not balok. Mungkin membuat biografi ibu adalah ide yang baik, tapi belum mulai aku sudah pusing tujuh keliling, karena berhubungan dengan data dan statistik, kalau salah mengolah data bisa-bisa dituntut orang banyak.

Kemudian suatu hari, saat aku merapikan ruangan kerjaku, di laci meja yang kubongkar untuk kurapikan isinya, kutemukan seuntai rosario, sudah sekian lama dan kupikir sudah hilang, bahkan aku hampir tidak ingat bahwa aku memilikinya, kuamat-amati, sudah ada goresan disana sini, tapi secara keseluruhan masih cukup baik kondisinya. Aku tidak ingat lagi sudah berapa tahun aku tidak menggunakannya. Menurutku berdoa rosario terlalu makan banyak waktu, dan seperti yang kuingat, doa yang rutin yang diucapkan saat berdoa rosario sering membuatku kehilangan konsentrasi, dan saat didoakan malam hari saat aku punya waktu luang, malah seringnya ketiduran. Jadi seperti orang yang gagal, kubiarkan untaian rosario itu selama ini hanya mengisi pojok laci meja kerjaku. Aku ingat, dulu aku sering menggantungnya hanya sekedar untuk hiasan, atau untuk jimat keberuntungan (Sebenarnya aku malu untuk mengakuinya). Lalu tiba-tiba aku jadi teringat dengan seorang wanita separuh baya yang kukenal, kalau orang menilai dari penampilannya dan cara berpikirnya, maka orang akan tahu bahwa dia adalah wanita yang baik dengan pikirannya yang sangat sederhana. Dulu aku pernah melihatnya berdoa. Selama ini aku terbiasa melihat dan mendengar orang-orang berdoa dengan kata-kata yang hebat dan dirangkai dengan begitu indah, tapi ibu ini hanya duduk sendirian, mulutnya komat-kamit tanpa suara, tangannya menggenggam seuntai rosario. Dan saat aku menatap mata wanita ini, yang menatap lekat untaian rosario di tangannya, hatiku tergetar. Dari mata wanita ini terpancar sesuatu…aku tidak bisa melukiskannya, tapi aku bisa merasakan betapa besar kuasa yang bekerja dalam doa ibu ini dan bagaimana dia sudah mengalaminya.

Dan saat itu, seperti ada sesuatu yang menggerakkanku untuk mulai mendoakan rosarioku yang selama ini teronggok di pojok laci meja kerjaku, entah didorong oleh rasa bersalah karena selama ini telah menyia-nyiakannya atau ingatan akan wanita sederhana itu. Dan doa itu mulai meluncur pelan dalam ingatanku dan kuucapkan pelan-pelan dalam hati. Awalnya sepertinya sulit, doa itu meluncur begitu saja tanpa makna, tapi aku tidak berhenti, dan lama-kelamaan doa itu mulai merasuk ke dalam hati. Dan baris demi baris seperti mengalir keluar dari lubuk hatiku yang paling dalam, bukan dari pikiran atau logika ;

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu.

Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu Yesus.

Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin

Dan tiba-tiba aku menyadarinya, setiap bait doa rosario yang kuucapkan, aku telah menyapa ibu,memuji dan menghormatinya dari hatiku dan itu adalah saat dimana aku sangat dekat dengannya. Dan dengan demikian ia tahu bahwa aku mengasihinya, walaupun aku tahu ia lebih lagi mengasihiku.

Dan aku merasa telah menemukan hadiah yang tepat untuk kupersembahkan kepadanya…..

(Dalam rangka bulan Maria dan memperingati hari ibu. Bunda Maria, bunda kita semua. Semoga ia memberkati semua ibu dan wanita di seluruh dunia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: