Tepat Ketika Saya Sedang Mengeluh, Tuhan Sedang Bekerja…

Banyak hal yang terjadi dalam hidup kita.. Ada hal yang baik dan juga ada hal – hal yang kurang membuat kita merasa nyaman.. Bahkan ada hal – hal tertentu yang membuat kita terkadang terlepas dari kontrol diri kita masing – masing. Ada beberapa pengalaman pribadi dari kehidupanku yang tidak pernah akan aku lupakan, dan pengalaman itu yang membuat aku selalu ingat akan Tuhan.. Teringat akan karya – karya-Nya dalam kehidupanku. Disaat aku putus harapan, dan aku mengeluh akan situasi dan kondisi yang ada dan yang terjadi saat itu.. Tuhan ternyata menyiapkan jalan keluar yang tidak pernah aku duga sebelumnya.. Jalan keluar yang berawal dari suatu ke-“mustahil”-an…Namun, bagi Tuhan tiada sesuatu yang mustahil..

Aku teringat akan masa kecilku, saat aku masih duduk di bangku SMP. Saat dimana aku aktif di gereja, aktif di lingkungan dimana aku tinggal, aktif di MUDIKA. Hidupku kupenuhi saat itu dengan aktivitas di Gereja dan juga kesibukan akan eskul bola voli. Saat itu aku masih kelas 2 SMP… Sekolah dimana aku menuntut ilmu mengadakan retret ke tempat RETRET yang berada di daerah BANDUNG.. nama tempatnya aku sudah lupa, tapi aku masih ingat bagaimana tempat itu.. Tempat retret yang sangat bagus, dan benar – benar cocok untuk tempat kita bisa merefleksikan diri kita seutuhnya..

Mengenai rencana akan retret ini, aku sudah tahu jauh hari sebelumnya..Kebetulan aku sangat dekat dengan Kepala Sekolah. Aku masih ingat dengan jelas di ingatanku.. Harga biaya untuk retret itu adalah Rp. 200.000 . Tentu bukan harga yang seberapa untuk beberapa orang yang diberi rejeki lebih..
Namun malang nasibku, kedua orang tuaku memang sedang dalam masalah keuangan dan aku sendiri tidak mempunyai tabungan yang cukup untuk membayar biaya yang harus ditebus itu. Aku kemudian berbicara kepada kedua orang tuaku. Dan mereka memang benar – benar sedang dalam kesulitan saat itu..Dan aku tidak bisa memaksa dan meminta lebih dari mereka..
Aku kemudian masuk ke kamarku, menangis dan berdoa.. Aku ingat.. aku berdoa Novena Tiga Salam Maria dan doa Rosario.. Dan disitu aku memohon.. Agar aku juga bisa ikut Retret.. Aku ingin.. Aku ingin seperti teman- temanku yang lain..
Malam itu aku menangis.. tapi masih dalam batas yang wajar tentunya… Dalam doa aku berharap dan memohon.. Agar aku esok harinya bisa ikut pergi Retret. Dan aku tanpa ku sadari tertidur setelah aku selesai berdoa.
Keesokan harinya, hari H dimana semua teman – temanku akan berangkat pergi Retret, aku pergi ke sekolahku.. Ya, disekolahku adalah tempat berkumpul( semacam meeting point) semua murid sebelom mereka pergi ke tempat Retret..

Aku hanya bisa melihat canda tawa teman – temanku.. Bahkan ada beberapa temanku yang memang kebetulan kedua orang tua mereka berkecukupan, menanyai diriku… “Kenapa kamu ngak ikut???” Aku hanya bisa bilang ke mereka.. Bahwa aku tidak punya uang untuk bayar biaya retret tersebut..
Sedih hatiku saat itu… Dan tanpa aku sadari.. Aku mengeluh.. Dalam hatiku bergejolak dan suara hatiku berbicara.. “Tuhan kenapa Engkau tidak ijinkan aku ikut….#*/&§$% ” Aku hanya ingin ikut RETRET.. hanya itu Tuhan… “
Hatiku sedih.. cuma aku tidak bisa mengeluarkan air mata.. Air mataku seakan kering…

Tiba – tiba disaat aku merenung, aku mendengar suara Kepala Sekolahku memanggil namaku.. Dan aku pun berlari menuju arahnya.. Dia sepertinya tahu kalo aku tidak ikut Retret.. Ya, mungkin karena aku satu- satunya yang tidak membawa tas pakaian.. Lalu dia bertanya kepadaku..“Kamu ngak ikut Retret ??” Lalu aku menjawab dengan perlahan.. ” Tidak bu.., saya tidak punya uang untuk bayar biaya Retretnya…”
Lalu Kepala Sekolahku berkata..“Sekarang kamu pulang ke rumah, siapkan pakaianmu.. Kamu ikut Retret…”
Aku seperti mendengar suatu kalimat yang adalah sesuatu yang sangat mustahil.. Suatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelomnya..
Begitu mendengar ucapan Kepala Sekolahku.. aku pun langsung jalan menuju ke rumah, dan mengemas pakaian yang akan aku bawa.. Dan aku pamit kepada ibuku, kemudian aku pergi kembali ke sekolah…. Dan dalam perjalanan.. Aku tidak bisa menggambarkan betapa gembira dan senangnya hatiku ..
Doaku semalam dikabulkan-Nya… Dan aku pun akhirnya berjanji dalam hati. Aku akan pergi ke Lourdes suatu hari nanti..Syukur beriring dengan berjalannya waktu.. Aku akhirnya bisa menepati janjiku.. Oktober 2006 aku pun akhirnya bisa pergi ke Lourdes, untuk memenuhi janjiku yang pernah dulu aku ucapkan. Cukup lama , namun aku akhirnya bisa kesana dengan uang hasil kerjaku….Thanks God for everythings in my Life.. Apapun yang Engkau berikan kepadaku.. Aku akan menjawab dengan, ” Yes Lord, I WILL…”

Hari ini Tuhan memberkati saya dengan segala sesuatu yang cukup untuk saya.. Dan syukur, bahwa saya bisa tetap bertahan dan bersyukur akan semua yang saya terima di hari ini.. Sungguh suatu sukacita bisa membagi berkat dan kebahagiaan bagi orang lain. Satu hal yang aku belajar disini.. Tuhan tidak keberatan kalo kita mengeluh, asalkan kita tidak selalu mengeluh saja dan tidak melakukan apa – apa untuk mengatasi apa keluhan kita.. Kita tidak perlu merasa malu, kalo kita mengeluh. Tuhan mencintai kita, semua dari kita termasuk melalui air mata, kekuatiran, dan keraguan di dalam diri kita.. Dan segala ketidaksempurnaan kita tidak akan mencegah Tuhan untuk memberkati kita..Di belakang layar , Tuhan punya rencana yang baik dan indah bagi kita.. Rencana yang tidak kita ketahui.. Rencana yang ILAHI..
Dan bagi Tuhan tiada suatu yang mustahill….

GOD LOVES US


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: