The Secret Garden

Amsal 4 : 20-27
Hai, anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; jangalah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Buanglah mulut serong daripadamu dan jauhkanlah bibir yang dolak dalik daripadamu. Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka, tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

The Secret Garden, novel karangan Frances Hodgson Burnett, bercerita tentang Mary, gadis kecil yang menjalani hidupnya dengan pamannya yang kaya di sebuah pemukiman mewah di England. Mary kemudian mengenal Dickon, seorang anak laki-laki dari kelas pekerja yang mencintai alam. Kedua anak itu menemukan sebuah taman rahasia yang dikunci oleh pamannya karena mengingatkan ia pada istrinya yang sudah meninggal. Taman itu tampak mati karena terabaikan, tetapi Dickon meyakinkan Mary, dengan perawatan yang selayaknya, taman itu akan pulih dengan kehidupan baru. Dengan bantuan anak-anak lain, taman itu akhirnya tampil dengan warna warni dan kesegaran bunga-bunga.

Setiap orang memiliki taman rahasia di dalam hatinya. Bagaimana kita merawatnya akan menentukan kata-kata dan tindakan apa yang keluar. Kitab Amsal dengan bijak memperingatkan kita :”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23). Ayat itu bermaksud supaya kita senantiasa berjaga-jaga dengan setia. Dengan menjaga apa yang kita bawa masuk ke dalam hati dan mengawasi reaksinya, akan menentukan apa yang berakar di dalamnya. Saat kita membuang duri dendam, kekecewaan dan sakit hati, benih nafsu, dan akar kepahitan, kita dapat menggantinya dengan buah-buah dari Roh : kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri. (Galatia 5:22-23)

Apakah engkau merawat taman di hatimu ???

Jangan berpikir tentang penampakan luar saja, karena keindahannya akan sirna, tapi olahlah buah-buah dari Roh yang tumbuh di dalam hati…..

(Diterjemahkan dari Our Daily Bread)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: