TEAM KERJA KITA

Hakim-Hakim 6 : 11-16, 33-34
Kemudian datanglah malaikat Tuhan dan duduk di bawah pohon Tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian. Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian : “Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” Jawab Gideon kepadanya, “Ah, tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa ini semuanya menimpa kami ? Dimanakah segala perbuatan-perbuatannya yang ajaib dan diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata : Bukankah Tuhan telah menuntun kita keluar dari Mesir ? Tetapi sekarang Tuhan telah membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian. Lalu berpalinglah Tuhan kepadanya dan berfirman : “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!” Tetapi jawabnya kepada-Nya :”Ah, Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku. Berfirmanlah Tuhan kepadanya “TETAPI AKULAH YANG MENYERTAI ENGKAU, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.”…Seluruh orang Midian dan orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur telah berkumpul bersama-sama; mereka telah menyebrang dan berkemah di lembah Yizreel. Pada waktu itu Roh Tuhan menguasai Gideon; ditiupnyalah sangkakala dan orang-orang Abiezer dikerahkan untuk mengikuti dia.

Allah membuat jelas apa yang harus dikerjakan Gideon. Kadang kita berharap maksud Allah kepada kita sejelas itu. Sering kita berpikir jika mengetahui dengan jelas keinginan Allah dari kita, kita dapat melakukannya dan hidup akan lebih mudah. Tapi benarkan demikian?

Gideon tahu apa yang diharapkan darinya, tetapi, sebagai manusia biasa, dia mengajukan pertanyaan dan keberatan : Mengapa aku? Aku dan keluargaku bukanlah orang penting, kita tak punya pengaruh. Bukankah kita semua sama saja jika Allah meminta kita melakukan sesuatu? tatapi ketika Gideon berhasil mengatasi kesangsiannya dan sebagai gantinya mulai percaya dan mendengar Allah, ia menemukan dirinya lebih mudah melakukan kehendak Allah, dan musuhnyapun segera melarikan diri.

Allah tidak menghendaki kita terjun kedalam situasi secara membabi buta, tanpa berpikir dan berencana. Tapi Allah ingin kita aktif dalam usaha membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik dan Ia berjanji tak akan meninggalkan ataupun menelantarkan kita. Jika kita mulai percaya kepada Tuhan dan berusaha mengerjakan kehendak-Nya, kita mungkin akan terkejut melihat apa yang dapat kita capai……TETAPI AKULAH YANG MENYERTAI ENGKAU (Hak 6:16)

Mulailah hari ini dengan pengetahuan bahwa Tuhan menyertai kita…praise Lord !

One Response

  1. ada ayat di injil yang jadi favoritku dalam kaitan dengan topik ini (walaupun semuanya jadi favoritku) :

    Ulangan 31:8 Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.

    Yesaya 52:12 Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan berlari-lari berjalan, sebab Tuhan akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: