He Chose the Cross

Wednesday, February 13, 2008
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.”
Efesus 2:8

Kepatuhan Yesus di mulai di sebuah bengkel tukang kayu di sebuah kota kecil. Cara pendekatan-Nya yang tidak biasa dalam kehidupan-Nya yang biasa mempersiapkan Dia untuk panggilan-Nya yang tidak biasa. “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun” (Luk 3:23)…Dalam rangka mengubah dunia, Dia harus mengucapkan selamat tinggal dengan dunia-Nya sendiri.

Mungkin Dia memberi ciuman perpisahan kepada Maria ibu-Nya, makan bersama yang terakhir di dapur, dan berjalan-jalan untuk terakhir kalinya di sepanjang jalan di kota-Nya. Apakah Dia naik ke salah satu bukit di Nazareth dan berpikir suatu hari Dia akan naik ke bukit dekat Yerusalem?

Dia tahu apa yang akan terjadi, “Dia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru baru menyatakan diri-Nya pada akhir jaman.” (1 Petrus 1;20). Tiap ons dari penderitaan-Nya sudah tertulis – sekarang tergantung pada-Nya untuk memainkan peranan-Nya.

Bukannya Dia harus melakukan itu. Nazareth adalah sebuah kota yang aman dan menyenangkan. Mengapa tidak mendirikan saja bisnis pertukangan? Merahasiakan identitas-Nya?…Dipaksa utnuk mati adalah suatu hal yang sama sekali berbeda dengan kesediaan untuk memikul salib sendiri….

(dikutip dari Max Lucado)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: